Upaya Paksa PKI & China Ingin Mengkomuniskan Indonesia Melalui Angkatan Kelima

Upaya Paksa PKI & China Ingin Mengkomuniskan Indonesia Melalui Angkatan Kelima


Disinformasi Sejarah Kelam 65

Tulisan ini dibuat untuk maksud dan tujuan memberikan diseminasi informasi guna mengimbangi derasnya narasi pemutarbalikkan fakta atas peristiwa tahun 1965 dewasa ini dimana seolah-olah dalang/sebab peristiwa tersebut tidak jelas bahkan disebutkan sampai 5 versi dan G30S 1965 hanya dianggap konflik internal angkatan darat bukan bagian sejarah penting bagi bangsa ini dan PKI beserta anggota dan simpatisannya adalah korban dalam pusaran perebutan kekuasaan saat itu. Sumber referensi pemutarbalikkan fakta tersebut sebagian besar lucunya berasal dari testimoni dan cerita-cerita mantan tahanan politik yang ikut serta dalam G30S dan pengurus serta anggota PKI serta dikemas seolah-olah merupakan hasil dari penelitian.

Keterlibatan negara china saat itu dalam gerakan PKI juga secara perlahan dibuat pudar melalui berbagai narasi dewasa ini. Kita semua paham bahwa negeri china saat ini merupakan kekuatan ekonomi terbesar didunia juga secara militer hampir mampu mengimbangi amerika serikat . Jangan sampai hanya karena kepentingan neraca ekonomi dan kerjasama-kerjasama antara parpol-parpol di Indonesia dengan partai komunis china dewasa ini maka sejarah kelam G30S secara perlahan dibuat pudar dan dilupakan melalui disinformasi dan menurunkan kewaspadaan nasional. Padahal sejarah kelam itu hampir saja membuat PKI dengan sokongan negara china berhasil menciptakan perang saudara untuk perebutan kekuasaan dengan kekuatan bersenjata sebagaimana kisah sukses mao zedong dengan tentara merahnya di china melalui perang saudara di china tahun 1927-1950. Padahal kondisi Indonesia belum tentu sama dengan china apabila terjadi perang saudara bahkan bisa jadi negeri ini hancur berkeping-keping dan resiko itu yang diabaikan secara tidak langsung dengan memudarkan sejarah kelam ini berikut gambaran besar narasi sejarahnya.

Memang bila dipikir secara logika idiologi komunis dewasa ini dan situasi politik global dunia akan sulit untuk kembali bangkit apalagi dengan PKI nya namun jangan lupa bahwa pergumulan politik luar negeri dimasa lalu dengan adanya blok barat dan timur tujuannya buka semata-mata menularkan idiologi namun lebih penting dari itu adalah penguasaan ekonomi dan sumberdaya dari sebuah negara ke negara lainnya untuk menciptakan hegemoni dan ketergantungan sementara politik idiologi adalah kemasannya. Dewasa ini proxy war semakin menemukan bentuknya bila kewaspadaan nasional menurun bukan tidak mungkin adu domba dan konflik terbuka antar anak bangsa menuju perang saudara akan menemukan jalannya melalui proxy war sebuah negara besar yang menciptakan dan memiliki kaki tangannya pada sebuah negeri untuk kampanye konflik antar anak bangsa, penghancuran dan dikuasai lalu dibagi-bagi sesuai kepentingan negara-negara dengan kuasa besar tersebut dan di titik inilah sejarah kelam bangsa Indonesia dimasa lalu jangan sekali-kali dilupakan sejarahnya.



Dewasa ini ketegangan di laut cina selatan dengan klaim sepihak RRC atas Nine-Dash Line dan rencana partai komunis china untuk menyatukan taiwan kedalam negara RRC telah memicu serangkaian konsentrasi kekuatan militer disekitaran laut cina selatan dan pasifik baik dari RRC dan sekutunya (Rusia & Korut) maupun negara-negara yang menolak klaim sepihak RRC tersebut serta Amerika Serikat, Inggris, Australia, Jepang, Korsel dan India. Mesti dicermati, diperhitungkan dan diwaspadai oleh negara Indonesia segala dinamika terkait geopolitik internasional terkini dan proxy war yang menyertainya.

Dilain sisi terungkapnya laporan AidData 2021 menunjukkan, proyek Belt and Road Initiative (BRI) mendorong puluhan negara menumpuk ‘utang tersembunyi’ ke Cina mencapai US$ 385 miliar atau Rp 5.492 triliun. Salah satunya adalah Indonesia yang memiliki utang tersembunyi sebesar US$ 17,28 miliar atau setara Rp 266 triliun. Di luar dari utang tersembunyi tersebut ini, Indonesia juga diketahui telah menerima pinjaman senilai US$ 4,42 miliar  atau setara Rp 63 triliun pada periode yang sama melalui skema Official Development Assistance (ODA), serta pinjaman melalui skema Other Official Flows (OOF) sebesar US$ 29,96 miliar atau setara Rp 427 triliun. Indonesia termasuk 10 negara penerima pinjaman terbesar dari Tiongkok melalui dua skema tersebut.

AidData mendefinisikan utang tersembunyi sebagai utang yang diberikan oleh Tiongkok kepada negara berkembang bukan melalui pemerintahan negara peminjam, melainkan melalui perusahaan negara (BUMN), bank milik negara, Special Purpose Vehicle (SPV), perusahaan patungan dan lembaga sektor swasta.

Mayoritas dari utang tersebut biasanya tidak akan muncul dalam neraca utang pemerintah. Dengan demikian, utang ini tidak akan masuk dalam sistem pelaporan utang yang dibuat oleh lembaga keuangan dunia seperti Bank Dunia maupun Dana Moneter Internasional (IMF). Kendati demikian, utang ini dapat menjadi beban pemerintah apabila terjadi wanprestasi.

AidData juga menemukan sebagian utang yang diberikan lewat pendanaan proyek infrastruktur tersebut tidak menguntungkan bagi negara debitur. Catatan lembaga ini, ada sekitar 7% dari proyek BRI Tiongkok sejak 2000-2017 yang menghadapi skandal, kontroversi hingga pelanggaran hukum. Indonesia, Pakistan, Malaysia, Vietnam dan kenya diketahui lima negara teratas yang memiliki proyek BRI bermasalah selama periode tersebut. 

Pemerintah dan otoritas keuangan Indonesia jangan menganggap remeh temuan ini dengan memperhitungkan faktor geopolitik internasional dan proxy war penyertanya. laporan lengkap AidData bisa diunduh melalui link ini https://www.aiddata.org/publications/banking-on-the-belt-and-road


foto : kliping koran awal tahun 65 yang meramalkan akan terjadi perselisihan antar anak bangsa dimana kawan menjadi lawan

LANDSCAPE PERISTIWA G30S/PKI 65

Tulisan ini juga untuk menguatkan pencerahan atas apa yang terjadi pada tahun 1965 dengan mengumpulkan kepingan-kepingan informasi baik dari hasil-hasil penelitian, buku dan berita media massa guna memperjelas bahwa partai komunis Indonesia (PKI) memang dalang gerakan 30 september (G/30/S) 1965 di Jakarta yang menewaskan 6 perwira tinggi dan 1 perwira menengah TNI AD juga seorang anggota polisi dan seorang anak perempuan putri salah satu perwira tinggi TNI AD yang lolos dari upaya penculikan. G30S sendiri merupakan salah satu rangkaian aksi dari PKI yang mesti mereka lakukan untuk memuluskan jalan merebut kekuasaan guna menguasai negara Indonesia sekaligus mengganti idiologi Pancasila dengan idiologi komunis.

Rangkaian aksi terbesar PKI adalah membentuk angkatan kelima dengan mempersenjatai buruh dan tani untuk bisa menandingi kekuatan angkatan bersenjata khususnya TNI AD Republik Indonesia guna merebut kekuasaan negara melalui pemberontakan bersenjata. Strategi PKI untuk mendukung aksi terbesarnya adalah melalui penyusupan, mempengaruhi dan adu domba diantara elemen bangsa baik pada kekuatan politik, birokrasi dan militer.


Jaring Laba-Laba Kekuasaan PKI

PKI bukanlah kekuatan kecil di Indonesia sebelum dibubarkan tahun 1966, PKI partai pemenang keempat pemilu 1955 dan memiliki kursi di DPR cukup banyak, PKI juga memiliki menteri-menteri di kabinet beberapa diantaranya memegang urusan strategis seperti industri-perdagangan, luar negeri, dalam negeri, keuangan, pekerjaan umum, badan intelijen, bulog. PKI juga banyak menguasai dan mengendalikan aset-aset asing yang dinasionalisasikan oleh pemerintah melalui UU No.86/1958. Dalam urusan diplomasi politik luar negeri PKI berhasil mempengaruhi pimpinan nasional saat itu dengan menggiring negara Indonesia yang awalnya non blok dalam masa perang dingin karena selaku penggagas dan tuan rumah pertemuan gerakan negara-negara non blok di dunia menjadi bergeser ke arah negara-negara di blok timur (komunis cs). Singkatnya secara kekuatan politik dan birokrasi pemerintahan PKI hampir sepenuhnya menguasai negara.

foto : beberapa tugu palu arit yang berdiri di kota surabaya, medan, palembang, losari, jakarta merupakan saksi bisu masa jaya PKI tahun 60 an

PKI mendapatkan posisi dipanggung kekuasaan pemerintah saat itu diawali dengan dicetuskannya nasakom pada tahun 1960 oleh pimpinan nasional dan kemudian pada maret 1962 PKI secara resmi bergabung dalam kabinet pemerintahan. Atas desakan PKI juga setelah masuk kabinet pemerintahan struktur kepemimpinan TNI AD dirubah, Menpangad (Menteri Panglima Angkatan Darat) AH Nasution di jadikan Menhankam/Kepala Staf AB (Angkatan Bersenjata) tanpa memegang kendali atas komando pasukan (Jenderal tanpa pasukan) dan posisi Menpangad baru di jabat A. Yani Juli 1962. PKI berpikir dengan demikian TNI AD bisa dijinakkan dengan bergantinya pimpinan angkatan darat dimana PKI berhasil mengisolasi AH Nasution pada posisi jabatan tanpa komando langsung kepada pasukan karena memang AH Nasution dikenal paling gigih menentang PKI sebelumnya bahkan sempat melarang konggres PKI tahun 1959. Namun dikemudian hari perhitungan PKI ini ternyata salah karena Menpangad A. Yani beserta jajaran staf umum angkatan darat (SUAD) terbukti dikemudian hari banyak menggagalkan upaya strategis PKI untuk memperlancar upayanya menguasai negara dan mengganti idiologi Pancasila dengan komunis.

Pada saat itu keuangan PKI juga banyak disokong oleh pengusaha tionghoa di Indonesia baik yang sukarela maupun terpaksa karena Bank Of China di Indonesia saat itu mau memberikan modal / pinjaman uang kepada pengusaha tionghoa dengan syarat mereka memberikan kontribusi kepada PKI. Jumlah orang tionghoa saat itu di Indonesia sekitar 3 juta orang.

Dengan penguasaan pada birokrasi dan ekonomi negeri, PKI berhasil memanipulasi dukungan rakyat yang sebagian besar masih buta huruf saat itu dan asal berikan tandatangan dan cap jempol sebagai anggota PKI melalui macam-macam organisasi underbouw PKI yang penting asal bisa dapat lahan garapan, alat pertanian, pupuk, beras/sembako, pekerjaan dipabrik karena dimasa itu perekonomian negeri dan kesejahteraan rakyat tidak cukup baik dan mereka-mereka inilah nantinya jadi korban paling banyak pasca gagalnya PKI dalam G30S. Menjelang tahun 1963 -1965 kondisi perekonomian negeri makin memburuk dimana-mana rakyat antri beras,minyak tanah,sembako karena negara membelanjakan anggaran lebih banyak untuk persiapan konfrontasi dengan malaysia dan urusan politik lainnya bukan fokus membangun dan memperkuat ekonomi negeri. Setiap pagi rakyat bukan dijejali dengan asupan bergizi dari negara tapi pidato-pidato terkait menggelorakan semangat revolusi Indonesia.


Angkatan Darat Menantang PKI

Pada saat itu hanya satu kekuatan yang belum bisa dikuasai PKI yaitu kekuatan angkatan bersenjata oleh karenanya PKI melakukan operasi penyusupan dan perekrutan perwira dan prajurit di ketiga matra yaitu angkatan darat, laut dan udara juga kepolisian dan mengadu domba diantara pimpinan / perwira di ketiga matra tersebut. Namun upaya PKI itu mendapat penentangan yang keras dari pimpinan angkatan darat termasuk muslihat PKI untuk menggunakan kampanye ganyang malaysia untuk menggiring terbentuknya angkatan kelima.

foto : alm. Jend.A.Yani (waktu difoto masih berpangkat kolonel) saat memberikan briefing untuk penumpasan pemberontakan PRRI/Permesta di sumatera

Oleh karenanya PKI melakukan fitnah pada pimpinan angkatan darat dengan menghembuskan isu adanya dewan jenderal yang akan melakukan kudeta pada pemerintah agar pihak pemerintah / pimpinan nasional saat itu mengambil tindakan pada pimpinan angkatan darat. Bagi PKI, 7 perwira tinggi angkatan darat yang menurut mereka merupakan penghalang terbesar bagi PKI untuk membentuk angkatan kelima dan mempersenjatai buruh dan tani underbouw PKI guna memuluskan rencana mereka untuk menguasai negara harus lenyap dari muka bumi. Maka untuk keamanan operasi G30S agar tidak bocor, Hanya segelintir elit pengurus PKI terlibat dalam perencanaan G30S sedangkan pengurus dan anggota PKI memang kebanyakan tidak tahu namun itu sudah tabiatnya partai komunis dimana-mana karena demokrasinya terpimpin sedangkan anggota biasanya hanya siap melaksanakan perintah elit partainya atau menanggung akibat dari kebijakan elit partainya.


Kamulflase PKI di Aksi G30S

Agar tidak tampak bahwa aksi untuk menindak 7 perwira tinggi angkatan darat itu bukan PKI yang merencanakan dan melaksanakannya karena PKI memang belum siap berhadapan-hadapan secara frontal dengan TNI AD saat itu maka dibentuklah dewan revolusi yang isinya sebagian besar tentara dipimpin seorang tentara dari pasukan pengawal presiden (Tjakrabirawa) dan pasukan yang bertugas menculik sebagian besar juga tentara yang bisa dipengaruhi/ditipu PKI didatangkan dari jawa tengah dan sebagian pasukan pengawal presiden. Dengan cara demikian PKI ingin agar gerakan 30 september 1965 nantinya terkesan sebagai konflik internal angkatan darat dimana sejumlah perwira dan tentara dalam wadah dewan revolusi menindak beberapa perwira tinggi dalam wadah dewan jenderal yang ingin melakukan kudeta pada pemerintah / pimpinan nasional dan gerakan 30 september 1965 tersebut mendapat restu dari pimpinan nasional dengan simbol adanya keterlibatan tjakrabirawa dalam operasi penjemputan/penculikan para perwira tinggi tersebut.

Tidak cukup sampai disitu, Untuk menjustifikasi bahwa fitnah PKI tentang adanya dewan jenderal itu benar adanya begitu perwira-perwira tinggi TNI AD tersebut yang masih hidup sampai dilubang buaya mereka dipaksa dan disiksa untuk menandatangani surat pernyataan bahwa dewan jenderal itu ada. Namun tidak satupun dari perwira tinggi TNI AD yang masih hidup saat itu bersedia menandatangani surat pernyataan itu sehingga akhirnya merekapun dibunuh satu persatu dilubang buaya. Untuk menghilangkan jejak pembunuhan tersebut maka dibuanglah mayat-mayat itu disumur tua dilubang buaya agar tidak dapat ditemukan. PKI berharap dengan hilangnya perwira-perwira tinggi TNI AD yang merupakan penghalang utama rencana-rencana mereka maka pimpinan nasional akan menggantinya dengan perwira-perwira tinggi yang lebih bisa diajak kerjasama atau tidak menghalangi upaya PKI.

foto : monumen pancasila sakti di lubang buaya-jakarta.

G30S bukanlah bagian utama rencana PKI untuk mengambil alih kekuasaan negara. G30S itu bagian yang mesti dikerjakan PKI untuk memuluskan rencana bagian utama sesuai perkembangan situasi dan kondisi. Sehingga jangan heran pasca G30S begitu beberapa target PKI gagal terpenuhi dalam aksi G30S, Diawali dengan pimpinan nasional enggan mendukung dewan revolusi, Kabinet pemerintahan malahan mengecam aksi G30S, Tidak mudahnya mengganti pimpinan TNI AD sesuai keinginan PKI, Kedok PKI menggunakan dewan revolusi sebagai kamulflase ketahuan dan Penemuan jenazah perwira-perwira tinggi AD disumur tua lubang buaya. Maka semua musuh PKI merapatkan barisan dan TNI AD sudah lebih dulu mengantisipasi dan bersiap atas kondisi tersebut dimana pada tanggal 2-9 april 1965 TNI AD mengadakan seminar dibuka oleh Menpangad A. Yani dengan peserta seluruh jajaran perwira TNI AD se Indonesia dan melahirkan doktrin perjuangan TNI AD yaitu Tri Ubaya Cakti. Sehingga pasca G30S 1965 adalah titik balik kejayaan PKI di Indonesia.


REJIM KOMUNIS PALING BANYAK MENGHILANGKAN NYAWA MANUSIA DI DUNIA

Rejim pemerintahan otoriter yang dibentuk dan dikuasai oleh partai komunis pada eranya di seluruh dunia mulai dari negara bernama Uni Soviet, RRT (China), Kuba, Korea Utara, Kamboja, Vietnam, Kenya, Nikaragua,  Estonia, Latvia, Lithuania, Yugoslavia, Polandia, Albania, Bulgaria, Rumania, Cekoslowakia, Jerman Timur, Hongaria, Tibet, Guinea, Yaman, Sudan, Kongo, Burma, Angola, Benin, Tanjung Verde, Laos, Madagaskar, Mozambik, Somalia, Seychelles, Afghanistan, Grenada dan Ethiopia. Paling banyak mengakibatkan hilangnya nyawa manusia lebih banyak dari perang dunia ke 1 dan ke 2 juga peperangan lainnya di muka bumi yang pernah terjadi hingga sekarang tahun 2021.

foto : revolusi kebudayaan di china masa mao zedong berkuasa. dimana orang-orang yang dianggap kontra revolusi dan anti partai komunis china di bully, diarak, dihinakan, dianiaya didepan umum lalu kemudian dibunuh oleh pemuda-pemudi underbouw partai komunis china.

foto : hasil pembataian rejim komunis khmer merah – polpot di kamboja.

foto : hasil pembataian rejim komunis di vietnam.

foto : hasil pembataian rejim komunis khmer merah – polpot di kamboja.

Kurang lebih 100 juta nyawa manusia mesti melayang dibawah rejim pemerintahan otoriter komunis terbanyak di Republik Rakyat China dengan jumlah 75 juta nyawa manusia binasa ditangan partai komunis china melalui program politik lompatan jauh kedepan dan revolusi kebudayaan. Setelahnya Uni Soviet dengan 20 juta nyawa manusia binasa ditangan partai komunis uni soviet dan terbanyak binasa melalui kamp kerja paksa /gulag. Kemudian rejim komunis khmer merah di kamboja dengan pimpinannya Pol Pot hanya butuh waktu 3 tahun melumat binasa 1 juta penduduk kamboja. Di ethiopia melalui rejim komunis dengan pimpinannya Mengistu Haile Mariam melancarkan kampanye berdarah bernama “teror merah” terhadap musuh politiknya. Selama dua tahun antara 1977 dan 1978, ia membunuh hampir setengah juta penduduk ethiopia. Di korea utara sejak korea terbagi dua dan korea utara dipimpin rejim komunis dengan pimpinannya Kim Jong II tak kurang dari 2,5 juta penduduk korea utara binasa dan satu generasinya mengalami gangguan pertumbuhan karena kurang gizi.

foto : eksekusi massal didepan umum saat rejim komunis berkuasa di Uni Soviet

foto : warga rusia digiring ke kamp kerja paksa gulag saat rejim komunis dan stalin berkuasa di uni soviet

foto : revolusi kebudayaan di china masa mao zedong berkuasa. dimana orang-orang yang dianggap kontra revolusi dan anti partai komunis china di bully, diarak, dihinakan, dianiaya didepan umum lalu kemudian dibunuh oleh pemuda-pemudi underbouw partai komunis china.

Partai Komunis Diseluruh Dunia Adalah Agen Komunis Internasional

Banyak yang lupa dan kadang abai dengan referensi bahwa partai komunis itu adalah sebuah jaringan gerakan politik internasional yang terkordinir sama seperti HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) yang dibubarkan pemerintah beberapa waktu lalu dan sama seperti gerakan-gerakan terorisme dewasa ini seperti ISIS, Al Qaeda, dll. Strategi dan langkah-langkah politik partai komunis tidaklah berdiri sendiri-sendiri melainkan sebuah kerja-kerja politik dari komite ditingkat internasional hingga ketingkat paling bawah disebuah negara apalagi di masa perang dingin antara blok barat dengan blok timur. Singkat kata gerakan komunis internasional adalah bentuk nyata proxy war dijamannya.

Oleh karenanya terlalu naif bila dijaman orde lama periode 1959-1965 presiden Sukarno menelurkan gagasan NasAKom yaitu arahan meleburnya paham dan kelompok nasionalis, agamis dan komunis dalam satu barisan untuk perjuangan revolusi Indonesia. Karena gerakan komunis itu sendiri tidaklah mungkin bisa diarahkan atau dijinakkan oleh sebuah negara sesuai kepentingan negara tersebut karena doktrin partai komunis itu adalah gerakan komunis internasional dan kepentingan prioritas mereka adalah tujuan,target gerakan komunis internasional. Partai komunis tidak akan peduli apabila sebuah negara hancur dan terkoyak karena dampak dari gerakan mereka yang penting tujuan dan target gerakan komunis internasional tercapai. Walaupun komunis internasional ini atau di kenal dengan lembaga Komintern Internasionale Komunis ini dibubarkan pada Kongres Internasionale Komunis tahun 1943 sejak berfungsi tahun 1919 sebagai wadah organisasi komunis revolusioner internasional, yang merupakan perhimpunan partai-partai komunis dari berbagai negeri namun pembubaran bentuk kordinasi mengikat gerakan internasional komunis ini hanya terkait soal persatuan gerakan buruh / pekerja sedangkan secara politik internasional dalam masa perang dingin (1946-1990) setelah perang dunia ke 2 berakhir tahun 1945, Partai komunis di berbagai negara di dunia termasuk partai komunis Indonesia berkordinasi secara rutin dengan partai komunis uni soviet dan republik rakyat tiongkok (RRT/RRC) untuk strategi pemenangan kepentingan blok timur/komunis internasional.


Partai Komunis Tidak Peduli Pada Kepentingan Negara Tempat Mereka Berada

Salah satu contoh gerakan komunis itu tidak peduli pada kepentingan negara dimana tempat partai komunis itu berada adalah saat Indonesia berhasil dipengaruhi PKI melancarkan kampanye ganyang malaysia tahun 1964 untuk penolakan berdirinya negara tersebut karena dianggap bonekanya inggris. Partai komunis malaysia beserta underbouwnya juga mendukung, melancarkan aksi-aksi teror dan perlawanan bersenjata agar berdirinya negara malaysia gagal. Sebaliknya PKI memiliki agenda tersembunyi dibalik itu dimana gerakan operasi militer konfrontasi dengan malaysia tidak hanya melibatkan satuan-satuan militer reguler namun juga sukarelawan/paramiliter sebagian besarnya. PKI mengkampanyekan perlunya angkatan kelima terdiri dari buruh dan tani dipersenjatai sebagai kekuatan inti kampanye ganyang malaysia padahal agenda tersembunyi dibalik itu adalah mengambil alih pemerintahan di Indonesia dan itu bisa terlaksana dengan mulus apabila PKI memiliki angkatan kelima untuk menandingi tentara angkatan darat.


Muslihat PKI dan Partai Komunis China Agar Angkatan Kelima Bisa Terbentuk

Ditengah euphoria ganyang malaysia yang semakin menggelora awal tahun 1965, DN Aidit pimpinan PKI sebelum menghadap presiden Sukarno di Istana Negara tanggal 14 Januari 1965 memberikan keterangan pers secara khusus kepada Bernhard Kalb dari CBS (Columbia Broadcasting System) media Australia-USA dan bahwa pemerintah akan menyetujui usulan partainya untuk mempersenjatai 15 juta buruh dan tani. Sontak berita itu menggelinding bak bola salju ada pro dan kontra namun yang paling keras menentangnya tentara angkatan darat melalui Menpangad Letjen A Yani.

foto : kliping koran tahun 1965 tentang pernyataan dn aidit terkait angkatan kelima buruh dan tani akan dipersenjatai

Ide angkatan kelima sebetulnya berasal dari saran ketua partai komunis china mao zedong bahwa mempersenjatai buruh dan tani itu wajib hukumnya bagi partai komunis dan pemerintah Indonesia guna lebih menguatkan perjuangan dalam operasi dwikora ganyang malaysia dan dengan bantuan 100 ribu pucuk senjata dari partai komunis china maka partai komunis Indonesia bisa membentuk 10 divisi bersenjata dari kalangan buruh dan tani. Hal ini sebagaimana kesuksesan partai komunis china yang dipimpin mao zedong melaksanakan perlawanan bersenjata dengan tentara merahnya desa mengepung kota dan mengalahkan tentara chiang kai shek – koumintang dalam perang saudara yang berlangsung dari tahun 1927 – 1950. Hal inilah yang disampaikan mao zedong dan zhou enlai kepada Presiden Sukarno dan DN Aidit pada saat keduanya secara terpisah melakukan kunjungan kenegaraan ke china (1964-1965). Transkrip percakapan antara mao zedong dengan dn aidit tersimpan dalam arsip kementerian luar negeri china tertanggal 5 agustus 1965 dan arsip tersebut sempat dibuka pada tahun 2007 secara bertahap sebanyak 250 bundel terdiri dari 2000 halaman dan hanya diakses terbatas untuk peneliti dan sejarawan namun sayangnya arsip tersebut ditutup sepenuhnya oleh pemerintah china tahun 2013 tanpa alasan yang jelas.

Berikut sebagian cuplikan transkrip pembicaraan Mao Zedong dan DN Aidit :

Mao:
Saya pikir sayap kanan Indonesia bertekad untuk merebut kekuasaan. Apakah kamu bertekad juga?

Aidit:
[Mengangguk] ” Bila Sukarno meninggal, maka akan menjadi masalah soal siapa yang akan mendapat keuntungan.

Mao:
Saya sarankan Anda sebaiknya tidak terlalu sering melakukan kunjungan ke luar negeri. Anda bisa menugaskan orang nomor dua (misalnya, wakil Anda) (di partai Anda) untuk melawat ke luar negeri.

Aidit:
Untuk sayap kanan, mereka bisa mengambil dua kemungkinan tindakan: pertama, mereka bisa menyerang kami. Bila mereka melakukannya, kami akan punya alasan untuk membalas.”
“Kedua, mereka bisa mengadopsi metode yang lebih moderat dengan membangun pemerintahan Nasakom. Tanpa Sukarno, sayap kanan akan mudah untuk memenangkan dukungan dari pihak tengah agar mengisolasi kami. Skenario yang terakhir itu bakal menyulitkan kami.”
“Namun, apa pun yang terjadi, kami harus menghadapi mereka. Amerika Serikat menyarankan Nasution untuk tidak memulai kudeta. Ini karena, apabila dia memulai kudeta, maka sayap kiri juga bakal melakukan langkah yang sama. Orang Amerika mengatakan kepada Nasution bahwa dia sebaiknya menunggu dengan sabar; bahkan bila Sukarno meninggal, dia (Nasution) harus fleksibel ketimbang (memulai) kudeta. Dia setuju saran dari orang-orang Amerika
.”

Mao:
Itu tidak bisa dipercaya. Situasi terkini sudah berubah.

Aidit:
Dalam skenario pertama, kami merencanakan untuk mendirikan dewan militer. Mayoritas dari komite akan diisi orang sayap kiri, namun harus juga melibatkan kaum tengah. Dengan cara ini, kami bakal membuat bingung musuh kami. Musuh kami bakal tidak yakin soal sifat dari komite, maka komandan militer yang cenderung sayap kanan tidak akan melawan kami seketika. Kepala komite militer bakal diisi oleh anggota bawah tanah dari partai kami, namun dia dikenal sebagai orang yang netral. Komite militer harus tidak lama-lama. Kalau terlalu lama, orang-orang baik bakal berubah menjadi jahat. Setelah didirikan, kami butuh mempersenjatai buruh dan tani secara tepat waktu.

foto : pose bersama mao zedong, dn aidit dan isterinya saat berkunjung ke china agustus 1965

Untuk skenario pembentukan angkatan kelima ini, Pemerintah Indonesia yang sudah berhasil dipengaruhi PKI melobi pemerintah china sekitar akhir januari 1965 melalui utusan (Waperdam/Menteri Subandrio, Menteri Achmadi, Mayjen Moersjid, Laksamana RE Martadinata, Irjenpol Sutjipto Danukusuma, Marsekal Madya Sri Mulyono Herlambang) yang dikirim ke negara tersebut dan sekretaris partai komunis/PM china zhou enlai berkomitmen membantu 100 ribu pucuk senjata jenis chung. Selepas kunjungan utusan Indonesia ke china awal januari 1965 maka komitmen bantuan 100 ribu pucuk senjata tersebut disampaikan kepada presiden dan pejabat teras lainnya dalam rapat komando operasi tertinggi (KOTI) dan komitmen terebut bisa terlaksana dengan dibentuknya angkata kelima sesuai maunya PKI dan partai komunis china. Dibulan-bulan berikutnya berkali-kali delegasi china berkunjung ke jakarta dan pada bulan april 1965 zhou enlai sendiri yang datang. Secara terang-terangan pihak tiongkok (china) mendesak supaya dibentuk angkatan kelima.

foto : kliping koran tahun 1965 yang memuat pernyataan Letjen. A. Yani terkait penolakan dibentuknya angkatan kelima

Namun pimpinan tentara angkatan darat dibawah Letjen A.Yani dengan jajaran SUAD nya kompak menentang rencana tersebut bukan saja lewat pernyataan namun juga melalui operasi-operasi khusus. Mereka sudah gerah dengan kampanye PKI seperti satu tangan pegang bedil satu tangan pegang pacul. Muslihat PKI dengan desakan untuk membentuk angkatan kelima guna memperkuat pertahanan Indonesia menghadapi nekolim dipatahkan oleh angkatan darat dengan mengacu pada pertahanan rakyat semesta karena apabila menghadapi ancaman penyerangan bangsa asing dari luar seluruh rakyat Indonesia bisa dipersenjatai melalui konsep pertahanan rakyat semesta seperti pertahanan sipil (hansip), organisasi keamanan desa (OKD) dan organisasi pertahanan rakyat (OPR) yang sudah ada dan teruji saat menghadapi agresi militer belanda ke 1 dan 2. ” Bila yang dimaksud angkatan kelima itu termasuk mempersenjatai SOBSI dan BTI (underbouw PKI) saya tidak setuju ” . Tegas Letjen A.Yani pada suatu waktu rapat kabinet terbatas di Istana.

Namun PKI tak kehilangan akal muslihat dengan berbagai cara mereka menyanggah pendapat angkatan darat untuk menyakinkan pimpinan nasional dan elemen bangsa lainnya. PKI menyatakan bahwa angkatan kelima itu tidak akan hanya berisi orang-orang PKI namun juga unsur lainnya dan menurut klaim PKI, Pimpinan angkatan kelima itu perwira non PKI bernama Mayjen Achmadi eks tentara pelajar solo yang dicalonkan bung karno untuk memimpin angkatan kelima. Sangat jelas ini muslihat PKI sebagaimana bisa dibaca dari catatan dialog antara DN aidit dengan mao zedong dibagian atas tulisan ini.

Guna menyakinkan pihak partai komunis china dan pimpinan nasional akan tekad PKI membentuk angkatan kelima pada bulan juli 1965 sekitar 2.000 anggota PKI mulai menggelar pelatihan militer didekat pangkalan udara halim dengan kamulflase pelatihan sukarelawan untuk kampanye ganyang malaysia/dwikora. Rencananya pelatihan dengan kamulflase sukarelawan ini akan dilaksanakan diseluruh daerah di Indonesia dalam jumlah lebih besar terutama di pulau jawa setelah pasokan senjata dari partai komunis china tiba di Indonesia. Semua sekolah di Indonesia pada era tahun 1964-1965 dimana ada guru-gurunya atau kepala sekolah berafiliasi dengan PKI mengajarkan baris berbaris latihan kemiliteran kampanye ganyang malaysia / dwikora sembari diajarkan lagu-lagu PKI dan paham PKI guna menyiapkan para pelajar tersebut untuk menjadi tentara pelajar yang bisa digerakkan PKI.

Untuk aksi propaganda massal dan pembentukan opini agar PKI bisa meraih dukungan rakyat apabila nanti mengangkat senjata melakukan revolusi maka segenap elemen-elemen PKI secara rutin pada tahun 1965 menggelar demonstrasi massal secara anarkis ke kedutaan-kedutaan negara asing yang dicap nekolim dan musuh Indonesia seperti kedutaan Inggris dan Amerika Serikat dijakarta dan surabaya. PKI juga memutabalikkan fakta dengan kondisi inflasi hampir 600 % saat itu sebagai kesalahan elemen-elemen non PKI di pemerintahan dan negara asing nekolim dan hanya PKI yang bisa mengatasi masalah tersebut. Padahal faktanya justru menteri-menteri PKI di kabinet pemerintahan saat itu dominan mengurus terkait ekonomi negeri dan arah politik luar negeri Indonesia saat itu cenderung konfrontatif dengan negara-negara blok barat akibat pengaruh PKI mengakibatkan makin terisolasinya Indonesia dalam perdagangan dunia untuk pertumbuhan ekonomi negeri dan keluarnya Indonesia dari PBB tahun 1965 makin memperparah hal tersebut.


Gagalnya Pengiriman Pasokan Senjata Dari China Untuk PKI

Bersambung ……………