VEXATIOUS REQUEST

VEXATIOUS REQUEST

30 Jul 2018 0 By kikaltim2016

 

Secara Bahasa, vexatious request berarti permintaan yang menyusahkan. Dalam konteks informasi publik, vexatious request (VR) berarti permohonan informasi publik oleh warga negara kepada badan publik tidak dengan itikad baik. Hal ini bisa kita lihat dalam Perki No. 1 Tahun 2013 tentang Prosedur Penyelesaian Sengketa Informasi Publik (PPSIP), ayat (3) yang menyebutkan tiga kriteria VR.

Pertama, mengajukan permohonan dalam jumlah yang besar sekaligus atau berulang-ulang namun tidak memiliki tujuan yang jelas atau tidak memiliki relevansi dengan tujuan permohonan. Misalnya, Komisi Informasi Provinsi Sumatera Utara pernah mengkategorikan pemohon sebagai pemohon yang tidak bersungguh-sungguh dan beriktikad baik lantaran pemohon bekerja di bisnis kuliner tapi tujuan permintaan informasi adalah untuk pemberitaan. Ketidaksesuaian relevansi profesi pemohon dengan tujuan permohonan dijadikan alasan menolak permohonan penyelesaian sengketa informasi.

Kedua, melakukan permohonan dengan tujuan untuk mengganggu proses penyelesaian sengketa. Mantan Ketua KI Pusat, Abdurrahman Makmun mencontohkan, seorang pemohon sudah mengajukan permohonan penyelesaian sengketa melawan satu badan publik. Pada saat yang bersamaan ia mengajukan lagi permohonan informasi jenis lain ke badan publik yang sama, atau mengajukan sengketa di Komisi Informasi lain sehingga jadwal sidang tumpang tindih. (Hukumonline, 16 Mei 2017)

Ketiga, melakukan pelecehan kepada petugas penyelesaian sengketa dengan perlakuan di luar prosedur penyelesaian sengketa. Misalnya, memaki-maki petugas, menyebut petugas tidak kompeten dengan kata-kata yang melecehkan, atau melakukan kekerasan fisik.

Catatan kami adalah sebelum memvonis sebagai vexatious request, badan publik sendiri perlu introspeksi diri. Jika pemohon meminta informasi karena badan publik mengabaikan informasi yang wajib diumumkan secara berkala atau serta merta, maka kesalahan justru terletak pada badan publik itu sendiri. Sekalipun latar belakang pemohon, tidak memiliki relevansi dengan informasi yang diminta. (arbain-IPC)