Relawan TIK-Diskominfo Kaltim fasilitasi edukasi UMKM Go Online & e-Commerce di Samarinda

Relawan TIK-Diskominfo Kaltim fasilitasi edukasi UMKM Go Online & e-Commerce di Samarinda

6 Des 2017 0 By kikaltim2016

 

Diskominfo Kaltim bekerjasama dengan Relawan TIK menyelenggarakan Fasilitasi dan Edukasi UKM Go Online di Gedung Olah Bebaya Lamin Etam, Selasa, 5 Desember 2017 “Menuju 8 juta UMKM Go Online”. Pemerintah melalui Kementerian Kominfo memiliki target meng-online-kan 8 juta UMKM hingga 2019. Dengan begitu, UMKM bisa menjadi pemain utama dari perkembangan ekonomi digital ini.

Kepala Dinas Kominfo Kaltim Abdullah Sani, mewakili Gubernur membuka acara fasilitasi dan edukasi UKM Go Online. Dirinya menyebut bahwa di era sekarang masyarakat harus mengembangkan digitalisasi di berbagai sektor. Karena jangan sampai tertinggal dengan negara berkembang lainnya. Peserta fasilitasi dan edukasi juga diharap bisa mengembangkan kreativitas, inovasi, dan keahliannya untuk bisa dipasarkan melalui internet. Sehingga, pergerakan ekonomi di masyarakat dapat berjalan dengan baik dan maju.

Komisioner Komisi Informasi Provinsi Kaltim M.Imron Rosyadi, M.Khaidir, HM Balfas Syam, Sencihan juga turut hadir dalam rangkaian kegiatan untuk turut serta memberikan support atas kegiatan positif terkait keterbukaan informasi publik seperti edukasi UMKM GO ONLINE ini, karena sedikit banyak aktivitas edukasi akan meminimalkan asimetris informasi terkait peluang usaha dalam era digital zaman sekarang dan dapat meningkatkan kualitas hidup para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah melalui sarana jual beli dengan teknologi informasi.


 

MARKETING ZAMAN NOW PRODUK UMKM KOTA SAMARINDA BISA MASUK BLIBLICOM

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Jenis produk yang dihasilkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Samarinda dinilai layak masuk dalam pasar e-commerce (online).

Produk yang dianggap layak tersebut berjenis kerajinan tangan, kuliner, hingga fashion.

“Tadi saya sempat tanya-tanya ke beberapa pelaku UMKM (Samarinda). Tapi saya lihat jenisnya ada yang masuk list Blibli.com. Jadi, produk UMKM yang banyak diminati (e-commerce) banyak di sini juga,” kata Senior Merchant Offline Acquisition, Blibli.com, Agus Mulyo Pribadi.

Agus menjadi salah satu narasumber di acara Talkshow 8 juta UMKM Go Online, yang digelar Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), di Gedung Olah Bebaya, Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (5/12/2017).

Selain sebagai narasumber, Agus juga diminta memberikan pengarahan kepada pelaku UMKM di Samarinda.

“Yang jelas yang dionline-kan bukan jasa. Bila kuliner, tidak bisa yang basah. Harus yang tahan lama, minimal sepekan,” ungkap Agus, menjelaskan kriteria produk yang bisa masuk e-commerce.

Berbeda dengan toko online pada umumnya, Blibli.com, kata Agus, hanya memertemukan produsen dan konsumen.

“Jadi, UMKM menurut Blibli.com itu beda dengan UMKM versi yang lain. Bagi Blibli.com, UMKM itu menghasilkan produk. Kalau menurut yang lain, toko handphone juga dinilai UMKM,” kata Agus.

Pelaku UMKM yang ingin memasarkan produknya di Blibli.com, kata Agus, paling tidak harus tergabung di asosiasi UMKM, atau di bawah binaan dinas, setempat.

http://kaltim.tribunnews.com/2017/12/05/marketing-zaman-now-produk-umkm-kota-tepian-bisa-masuk-di-bliblicom

“Kalau bukan binaan siapa-siapa, kita cek betul produknya apa memang produk UMKM. Karena di Blibli, UKM adalah mereka yang produsen,” tegas Agus.

Blibli.com, lanjut Agus, memberi perlakuan berbeda terhadap merchant UMKM dan merchant reguler pada umumnya.

“Merchant reguler yang kita kenakan deposit Rp 500 ribu. Tapi kalau UMKM, tidak,” ujar Agus.

Deposit Rp 500 ribu tersebut, merupakan garansi agar merchant memberikan barang yang sesuai dengan ditampilkan.

“Bukan untuk kami, tapi uang itu jaminan kepuasan customer kalau ada kelalaian. Misalnya barang yang dikirim palsu. Atau tidak sesuai foto yang menyebabkan pembeli kecewa. Karena pembeli komplain, kita potong dari deposit itu, dan kita berikan ke customer dan sebagai tanda permintaan maaf,” jelasnya.

Sementara, merchant UMKM hanya diberi peringatan hingga tiga kali jika melakukan kelalaian.

“Jika sampai tiga kali masih lalai, akan kita kenakan deposit juga,” tuturnya.

Menurut Agus, Blibli.com diajak Kominfo roadshow ke berbagai daerah untuk memberikan pelatihan dan pembinaan kepada pelaku UMKM di daerah.

“Habis dibina harus didampingi. Jika tidak, maka program tak akan berjalan,” katanya. (*)