Tekan Spekulan, Pusat Informasi Harga Pangan Diresmikan

13 Jun 2017 0 By kikaltim2016

d18cdce8c588e3a2435cd42fae897cee2bea3ed1

JAKARTA. Pemerintah mengambil langkah yang sangat simpatik dalam upaya menekan spekulasi permainan harga sembako (sembilan bahan pokok) dengan meresmikan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) di Gedung Thamrin, Kompleks Bank Indonesia Jakarta pada Senin (12/6). Peresmiannya dilakukan secara bersama Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dan Gubernur BI Agus Martowardoyo dihadiri unsur Kelompok Kerja Nasional Tim Pengendalian Inflasi Daerah (Pokjanas TPID).

Masyarakat luas dan pengusaha dapat memantau harga pangan stragis di Pusat Informasi Harga Pangan Strategi (PIHPS) Nasional di Gedung Thamrin, Kompleks Bank Indonesia, Jakarta sehingga memberikan gambar harga yang utuh sembako dari seluruh Indonesia. Dengan demikian, permainan harga dan penimbunan bahan pokok bisa dicegah karena pengusaha dapat bergerak cepat memperoleh bahan pangan strategis berdasarkan harga yang diumumkan secara terbuka di PIHPS yang di-update setiap hari, juga bisa diakses langsung di hargapangan.id.

Gubernur BI Agus Martowardoyo kepada wartawan mengatakan PIHPS Nasional menyediakan informasi harga komoditas pangan strategis secara harian di 164 pasar tradisional di 82 kota di seluruh Indonesia. Pengembangan PIHPS Nasional ditujukan untuk memberikan akses informasi harga pangan terkini bagi masyarakat sekaligus mendukung perumusan kebijakan pengendalian inflasi.

“Inisiatif pengembangan PIHPS ini sejalan dengan arahan Presiden RI dalam acara Sinergi Aksi Ekonomi untuk Rakyat di Brebes, April tahun lalu. Presiden meminta agar sistem informasi pangan dan sistem koordinasi pengendalian harga pangan dalam skala nasional dikembangkan,” katanya menjelaskan tentang eksistensi PIHPS.

Dikatakannya, pengembangan PIHPS Nasional menjadi bagian dari komitmen bersama BI dan pemerintah untuk menjaga inflasi 2017 yang terkendali di kisaran 4 persen plus minus 1 persen. Pada tahap awal, data dalam PIHPS Nasional mencakup data harga di pasar tradisional untuk 10 komoditas pangan dengan 21 varian yang cukup dominan dikonsumsi masyarakat dan merupakan komoditas yang menjadi sumber inflasi pangan.

“PIHPS Nasional dapat diakses masyarakat luas dengan membuka laman hargapangan.id atau dengan mengunduh aplikasi versi Android dan iOS yang tersedia secara cuma-cuma,” katanya. Di tempat yang sama, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menambahkan, pengembangan PIHPS Nasional akan terus dilakukan secara bertahap. Kemudian cakupan data dalam PIHPS Nasional akan diperluas hingga meliputi data di pasar modern, pedagang besar, serta produsen.

Bahkan menurut ia, PIHPS Nasional juga akan dilengkapi dengan fitur yang mendorong partisipasi masyarakat (public engagement) untuk turut membantu perkembangan harga pangan di daerah. Keterbukaan informasi harga pangan ini dapat mendorong seluruh masyarakat tidak panik jika terjadi gejolak harga yang dilakukan oknum pengusaha yang menimbun bahan pangan dengan harapan dapat mendongkrak harga pangan di pasaran, seperti harga cabai yang ekstrem dan harga daging yang tidak turun-turun.

Darmin berharap kehadiran PIHPS Nasional dapat melengkapi dan menambah referensi bagi publik dalam memperoleh informasi mengenai pangan dari aplikasi serupa di level nasional ataupun daerah. “Informasi terkait dengan pangan yang bisa secara mudah diakses masyarakat diharapkan dapat mengatasi permasalahan kesenjangan informasi harga, yang pada gilirannya menciptakan stabilitas pangan,” katanya.  https://komisiinformasi.go.id/news/view/tekan-spekulan-pusat-informasi-harga-pangan-diresmikan