KPK : Pengelolaan Kelapa Sawit Rawan Korupsi Karena Lemahnya Tata Kelola.

29 Apr 2017 0 By kikaltim2016

kajian-pengelolaan-kelapa-sawit-kpk-2016-1-638

JAKARTA. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan bahwa pengelolaan komoditas kelapa sawit rawan korupsi. Pasalnya, mekanisme perizinan, pengawasan, dan pengendalian yang lemah membuat sektor ini rawan korupsi.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, dalam kajian tahun 2016, KPK menemukan hingga saat ini belum ada desain tata kelola usaha perkebunan dan industri kelapa sawit yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Kondisi ini tak memenuhi prinsip keberlanjutan pembangunan. “Sehingga, rawan terhadap persoalan tata kelola yang berpotensi adanya praktek tindak pidana korupsi,” ujar Febri, Senin (24/4).

Ia menjelaskan, dari sisi hulu, sistem pengendalian dalam perizinan perkebunan kelapa sawit belum akuntabel untuk memastikan kepatuhan pelaku usaha. Hal ini ditandai dengan tidak adanya mekanisme perencanaan perizinan berbasis tata ruang. Integrasi perizinan dalam skema satu peta juga belum tersedia.

Selain itu, kementerian dan lembaga terkait belum berkoordinasi dalam penerbitan perizinan. Akibatnya, masih terjadi tumpang tindih izin seluas 4,69 juta hektare (ha).

Menurut Febri, di hilir, pengendalian pungutan ekspor kelapa sawit belum efektif karena sistem verifikasi belum berjalan baik. Penggunaan dana kelapa sawit, habis untuk subsidi biofuel. Parahnya, subsidi ini salah sasaran dengan tiga grup usaha perkebunan mendapatkan 81,7% dari Rp 3,25 triliun alokasi dananya.

Padahal seharusnya penggunaan dana terbagi untuk penanaman kembali, peningkatan sumber daya manusia, peningkatan sarana dan prasarana, promosi dan advokasi, dan riset. Tak hanya itu, pungutan pajak sektor kelapa sawit tak optimal dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak.

Tak efektifnya pengendalian pungutan ekspor ini mengakibatkan ada kurang bayar pungutan sebesar Rp 2,1 miliar dan lebih bayar Rp 10,5 miliar. Tingkat kepatuhan pajak baik perorangan maupun badan juga mengalami penurunan. Sejak tahun 2011-2015, wajib pajak badan dan perorangan kepatuhannya menurun masing-masing sebanyak 24,3% dan 36%.

Dari hasil kajian ini, KPK merekomendasikan Kementerian Pertanian dan kementerian/lembaga terkait harus menyusun rencana aksi perbaikan sistem pengelolaan komoditas kelapa sawit. KPK akan melakukan pemantauan dan evaluasi atas implementasi rencana aksi tersebut. sumber : http://nasional.kontan.co.id/…/kpk-pengelolaan-kelapa-sawit…

Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi:

Febri Diansyah
Juru Bicara
Komisi Pemberantasan Korupsi
Jl. HR. Rasuna Said Kav C-1
Jakarta Selatan
(021) 2557-8300 | 0813 1485 9183
www.kpk.go.id

 

KPK: Pengelolaan Komoditas Kelapa Sawit Rawan Korupsi

Kajian KPK Temukan Masalah Sawit dari Perizinan sampai Pungutan Pajak – Mongabay.co.id

KPK: Pengelolaan kelapa sawit rawan korupsi

Kajian Pengelolaan Kelapa Sawit (KPK 2016)

Ini Alasan Pengelolaan Kelapa Sawit Rawan Korupsi – hukumonline.com

KPK Temukan 3 Kelemahan Tata Kelola Kelapa Sawit – Komisi Pemberantasan Korupsi