Komisi Informasi Kaltim, Jalin silaturahmi dan perkuat jaringan kerjasama dengan organisasi keagamaan dan tokoh masyarakat

3 Feb 2017 0 By kikaltim2016

pic pilihan utk postingan tgl 7 peb 2017-colase utk website KI kaltim

SAMARINDA. Komisi Informasi Provinsi Kalimantan Timur, Jalin silaturahmi dan perkuat jaringan kerjasama dengan organisasi keagamaan dan tokoh masyarakat untuk penguatan implementasi dan pengarusutamaan keterbukaan informasi publik pada badan publik serta kebijakan publik.

1. Tanggal 31 Januari 2017, Pertemuan silaturahmi & diskusi terkait keterbukaan informasi publik dengan jajaran pengurus Persekutuan #Gereja Indonesia (PGI) #Kaltim di gedung christian centre Jl. Urip Sumoharjo (eks.Jalan Kebaktian) Kota #Samarinda.

Catatan dari pertemuan silaturahmi : Semua agama mengajarkan kejujuran, keterbukaan. Komisi Informasi (KI) Provinsi Kaltim berpandangan, peningkatan keterbukaan informasi publik di daerah ini memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat, terutama para pemuka agama. Itulah yang mendorong kami yang mewakili KI Kaltim, yakni Ketua ; M.Imron Rosyadi, Wakil Ketua Komisi Informasi (KI) Provinsi Kaltim, Muhammad Khaidir dan Koordinator Bidang Kelembagaan, Senci Han, dan staf sekretariat KI Kaltim, Ryan Astiyanto, Selasa (31/1) sore, melakukan pertemuan silaturahmi dengan Ketua Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) Kaltim, Ibu Pdt Dr Analita Migang, unsur pembina bapak Barnabas Kalalembang dan sejumlah pengurus inti PGI Kaltim di Christian Centre Jl Urip Sumoharjo Samarinda. Pada pertemuan tersebut kami memperkenalkan lembaga KI Kaltim serta tugas pokok dan fungsi kami sebagai pelaksana Undang-Undang No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, beserta seluruh aturan turunannya. Selanjutnya kami melakukan dialog dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Pada intinya PGI Kaltim siap memberikan dukungannya kepada KI Kaltim, terutama dalam menggelorakan upaya bersama meningkatkan keterbukaan informasi publik di Kalimantan Timur. Sama halnya umat Islam di masjid-masjid ketika sholat jum’at, selama ini kalangan gereja sudah memberikan contoh yang baik dalam keterbukaan informasi publik, yakni dengan mengumumkan secara terbuka laporan keuangan, kepada seluruh jemaat dalam ibadat minggu.

2. Tanggal 2 Pebruari 2017, Pertemuan silaturahmi & diskusi terkait keterbukaan informasi publik dengan jajaran pengurus #WALUBI Kaltim di Fortunate Coffe komplek Buddhist Centre atau Maha #Vihara Sejahtera Maitreya di Jalan DI Pandjaitan, Samarinda.

Catatan dari pertemuan silaturahmi : Imron Rosyadi (Ketua KI Prov. Kaltim), bersama Wakil Ketua Komisi Informasi (KI) Kaltim, Muhammad Khaidir, Koordinator Bidang Penyelesaian Sengketa Informasi (PSI) Bu Lilik Rukitasari, Koordinator Bidang Kelembagaan Senci Han dan sejumlah staf sekretariat KI Kaltim, di antaranya Desy Ariani, Anaya Nasdiah dan Harmita Muchtar, Kamis (2/2) sore, melakukan pertemuan silaturahmi dengan Ketua Walubi Kaltim, Bapak Maslan Tanzi dan sejumlah pengurus Walubi, di antaranya Pak Alif, Pak Darmadi dan Bu Sanita.

Pada pertemuan tersebut kami memperkenalkan lembaga KI Kaltim serta tugas pokok dan fungsi kami sebagai pelaksana Undang-Undang No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, beserta seluruh aturan turunannya. Juga dalam menerima, memeriksa dan memutus sengketa informasi publik, termasuk menetapkan standar/ petunjuk teknis dan atau petunjuk pelaksanaan layanan informasi publik. Selanjutnya kami melakukan dialog dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Kami dijamu aneka panganan ringan khas “Fortunate Coffe”, sebuah kedai vegetarian yang ada di komplek tersebut. Yang paling mengesankan adalah suguhan “kopi kebahagiaan”, yang konon peraciknya selalu memanjatkan doa-doa sambil meramu kopi tanpa gula tersebut. Pada intinya Walubi Kaltim siap memberikan dukungannya kepada KI Kaltim, terutama dalam meningkatkan keterbukaan informasi publik di daerah ini. Kami juga mendapatkan tiga pesan budi mulia dari pak Maslan Tanzi, yakni tentang “meminta tolong, berterima kasih dan memaafkan”.

“Kita harus terus belajar memaafkan orang lain secara tulus dan ikhlas. Mengapa harus terus belajar, karena kadangkala kita bisa memaafkan, tapi tidak bisa melupakan. Apalagi kalau menyangkut urusan organisasi. Untuk bisa tulus dan ikhlas itulah, kita perlu latihan,” kata Pak Maslan Tanzi sambil tersenyum. Umurnya sudah 84 tahun, tapi masih awet muda dan energik.

3. Tanggal 2 Pebruari 2017, Pertemuan silaturahmi & diskusi terkait keterbukaan informasi publik dengan jajaran pengurus Parisade #Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kaltim, di #Pura Jagat Hita Karana di Jalan Sentosa Samarinda.

Catatan dari pertemuan silaturahmi : Imron Rosyadi (Ketua KI Prov. Kaltim), bersama Wakil Ketua Komisi Informasi (KI) Kaltim, Muhammad Khaidir, Koordinator Bidang Penyelesaian Sengketa Informasi (PSI) Bu Lilik Rukitasari, Koordinator Bidang Kelembagaan Senci Han dan sejumlah staf sekretariat KI Kaltim, di antaranya Desy Ariani, Anaya Nasdiah dan Harmita Muchtar, Kamis (2/2) sore, lanjut melakukan pertemuan silaturahmi dengan Ketua dan jajaran pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kaltim, yakni Bapak I Putu Sukra dan kawan-kawan.

Pada pertemuan tersebut kami memperkenalkan lembaga KI Kaltim serta tugas pokok dan fungsi kami sebagai pelaksana Undang-Undang No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, beserta seluruh aturan turunannya. Juga dalam menerima, memeriksa dan memutus sengketa informasi publik, termasuk menetapkan standar/ petunjuk teknis dan atau petunjuk pelaksanaan layanan informasi publik.

Selanjutnya kami melakukan diskusi hangat. Kami gembira karena para sepuh di PHDI Kaltim begitu antusias ingin mengenal KI Kaltim, termasuk soal keterbukaan informasi publik. Hujan yang mengguyur pura, membuat diskusi kami justru semakin bergairah. Pada intinya PHDI Kaltim siap memberikan dukungannya kepada KI Kaltim, terutama dalam meningkatkan keterbukaan informasi publik di daerah ini. Para sepuh di PHDI juga ingin mendapatkan bahan-bahan tertulis soal seluk beluk keterbukaan informasi publik. Kami berjanji segera memenuhi permintaan tersebut.

4. Tanggal 6 Pebruari 2017. Berpartisipasi sebagai nara sumber dalam acara ; Ngaji buku #JIHAD #Nahdlatul Ulama melawan #KORUPSI. Bertempat di gedung PCNU Tenggarong, Kabupaten #Kutai Kartanegara.

Ketua KI Prov. Kaltim (M.Imron Rosyadi, S.sos, M.Si) Menjadi salah satu nara sumber dalam “Ngaji Buku Jihad Nahdlatul Ulama Melawan Korupsi”, dalam rangka Harlah NU ke-91, Senin (6/2) malam, di Gedung Kantor PCNU Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, mewakili Komisi Informasi (KI) Provinsi Kaltim, menyampaikan materi soal “Peran Komisi Informasi Mendorong Kejujuran dalam Tata Kelola Pengelolaan Keuangan”. Nara sumber lainnya ulama muda NU ustadz Muhammad Lukman Hakim, SHI, praktisi hukum NU Rusdiono, SH, SHI, MA, CLA dan intelektual muda NU, Syaparudin J, S.Sos. Acara dibuka Ketua PCNU Kukar bapak Chairul Anwar. Cegah korupsi dengan keterbukaan informasi publik di bidang anggaran.

5. Selanjutnya sudah teragendakan dalam agenda kegiatan Komisi Informasi Provinsi Kaltim untuk melanjutkan silaturahmi dan diskusi terkait keterbukaan informasi publik dengan jajaran pengurus wilayah Nahdlatul Ulama (PW-NU) Provinsi Kaltim dan pengurus wilayah #Muhammadiyah Provinsi Kaltim pada tanggal 11 Pebruari 2017 mendatang , sedangkan jadwal agenda pertemuan silaturahmi dengan #Keuskupan Agung Samarinda-Kaltim dan Organisasi keagamaan lainnya berikut tokoh-tokoh masyarakat masih menunggu konfirmasi.

6. sebelumnya pada tanggal 17 Januari 2017, Komisi Informasi Provinsi Kaltim juga bersilaturahmi dan sekaligus berdiskusi soal keterbukaan informasi publik dengan beberapa tokoh masyarakat kaltim (pinisepuh) yaitu mantan Ketua PWNU Kaltim dua periode, pendiri Yayasan Bunga Bangsa, pengusaha sukses Kaltim pemilik Hotel Mesra Internasional dan Mal Mesra Samarinda , HM Rusli dan pendiri Yayasan Sumber Mas, pengusaha ternama Kaltim pemilik Hotel Bumi Senyiur Samarinda dan Grand Senyiur Balikpapan, HM Jos Soetomo.

Catatan dari pertemuan silaturahmi :

– Ketua KI Prov. Kaltim (M. Imron Rosyadi), Wakil Ketua Komisi Informasi (KI) Kaltim, Muhammad Khaidir, Koordinator Bidang Edukasi, Sosialisasi dan Advokasi (ESA) Pak HmBalfas Syam, Koordinator Bidang Penyelesaian Sengketa Informasi (PSI) Bu Lilik Rukitasari, bersilaturahmi dengan sesepuh Kaltim, pendiri Yayasan Sumber Mas, pengusaha ternama Kaltim pemilik Hotel Bumi Senyiur Samarinda dan Grand Senyiur Balikpapan, HM Jos Soetomo di Samarinda, Selasa (17/1). Kami berbincang soal peran Komisi Informasi (KI) Provinsi Kaltim dalam mengawal Keterbukaan Informasi Publik. Beliau mendukung dan mendoakan KI Kaltim dapat melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dengan baik. Menurut beliau KI Kaltim turut punya andil dalam “Fastabiqul Khairat”, yakni “berlomba-lomba berbuat kebajikan”. Beliau juga memberi nasehat dalam hidup jadilah pohon beringin yang mengayomi, bukan pohon rengas yang membuat gatal, juga “mikul duwur, mendem jero”, jadilah mengerti, berdoalah untuk mendapatkan harmoni, juga soal penting bagi kita semua menjadi pilar penyangga #NKRI .

– Ketua KI Prov. Kaltim (M.Imron Rosyadi), Wakil Ketua Komisi Informasi (KI) Kaltim, Muhammad Khaidir, Koordinator Bidang Edukasi, Sosialisasi dan Advokasi (ESA) Pak HmBalfas Syam, Koordinator Bidang Penyelesaian Sengketa Informasi (PSI) Bu Lilik Rukitasari, dan Koordinator Bidang Kelembagaan Senci Han, bersilaturahmi dengan sesepuh Kaltim, mantan Ketua PWNU Kaltim dua periode, pendiri Yayasan Bunga Bangsa, pengusaha sukses Kaltim pemilik Hotel Mesra Internasional dan Mal Mesra Samarinda , HM Rusli, Selasa (17/1). Kami berbincang soal peran Komisi Informasi (KI) Provinsi Kaltim dalam mengawal Keterbukaan Informasi Publik. Beliau mendukung penuh, karena dengan keterbukaan dapat dicegah terjadinya penyimpangan. Sambil menikmati teh hangat, tahu, tempe dan pisang goreng, dalam perbincangan beliau juga menyampaikan kegundahan terhadap kondisi Bangsa #Indonesia terkini, soal NKRI dengan ragam persoalan dan ancamannya. Makanya beliau menggagas “Bunga Bangsa Society” sebagai wadah bertukar pikiran, ide dan gagasan agar cita-cita mewujudkan masyarakat madani, masyarakat yang beradab, di Kalimantan Timur dapat diwujudkan. (mir/***)